MEMBANGUN DESA AGROWISATA MELALUI PROGRAM PPDM RISTEK DIKTI

Rabu, 25 Sep 2019, 12:15:41 WIB - 32 View
Share
MEMBANGUN DESA AGROWISATA MELALUI PROGRAM PPDM RISTEK DIKTI

Desa Alebo adalah salah satu desa eks Transmigrasi yang ada di Kecamatan Konda Kabupaten Konawe Selatan Provinsi Sulawesi Tenggara. Desa Alebo terbentuk pada tahun 1986. Secara geofgrafis desa Alebo merupakan desa yang berada pada pinggiran Kota Kendari sebagai Ibu Kota Provinsi Sulawesi Tenggara dan menjadi salah satu produsen utama sayur mayur, palawija, buah-buahan dan hasil ternak ke Kota Kendari.  Letak geografis yang sangat strategis sebagai daerah produsen hasil pertanian karena memiliki akses yang sangat mudah ke pusat konsumen utama yaitu Kota Kendari dan Pasar Baruga Kota Kendari sebagai unit perdagangan hasil pertanian membuat Desa Alebo memiliki keunggulan tersendiri di banding desa lain di Kabupaten Konawe Selatan. Potensi ini akan menjadi keunggulan tersendiri yang akan dimiliki desa Alebo jika dapat di kelola dengan baik.  Hal inilah yang menjadi inspirasi Universitas Muhammadiyah Kendari melalui Program Pengembangan Produk Unggulan Desa Mitra (PPDM) Kementerian Ristek Dikti yang di laksanakan oleh Sabaruddin Sondeng, SE.,M.Si dkk. Setelah melihat potensi desa dan berdiskusi dengan kepala desa Alebo, desa yang di juluki desa seribu lorong ini sesunggunya memiliki potensi yang luar biasa dibidang pertanian sehingga sangat memungkinkan didesain sebagai desa agrowisata, ungkap Sabaruddin.

Introduksi daya saing dan iptek dalam program ini adalah dimasukkanya sistem organik dalam agrowisata yang akan dimunculkan.  Konsep organik ini muncul sebagai respon atas berbagai permasalahan tentang kesuburan lahan dan mahalnya pupuk anorganik. Disamping konsep organik, dalam pelaksanaan program bermitra dengan Kelompok Pemuda Karang Taruna dan Kelompok Tani.  Pelibatan pemuda karang taruna secara penuh dalam program ini merupakan respon akan permasalahan yang terjadi di desa ini akan minat dan kepercayaan diri masyarakat pemuda dalam bekerja pada sektor pertanian, tambahnya.

  Hal senada disampaikan oleh Abdul Manaf Zani selaku kepala Desa Alebo, ia mengungkapkan bahwa potensi desa Alebo yang sangat besar ini akan terancam keberlanjutannya karena jika generasi muda tidak suka dengan usahatani maka setelah generasi yang saat ini produktif telah tua atau tidak produktif lagi maka Desa Alebo yang saat ini dikenal sebagai desa pensuplai hasil pertanian akan tinggal kenangan. Syukur alhamdulillan Universitas Muhammadiyah Kendari memberikan pembinaan kepada desa kami, semoga program ini dapat memerikan gairah baru bagi para pemuda impian kami dan tujuan tim pelaksana untuk menjadikan desa Agrowisata dapat terwujud.

Menurut Ir. Bambang Indro Yuwono yang merupakan salah satu tim pelaksana bahwa program ini akan dilaksankan selama 3 (tiga) tahun, dan ini baru tahun pertama pelaksanaan program, fokus program pada tahun pertama masih pada aspek infrastruktur dasar agrowisata seperti pembuatan kandang ternak sapi, rumah pengolahan pupuk, pemagaran lahan, dan pengadaan traktor tangan. Tahun kedua akan mengarah ke penataan dan pengelolaan tanaman pangan dan tanaman buah dengan produksi pupuk organik secara mandiri dan tahun ketiga program akan fokus pada pembenahan aspek fasilitas wisata, tatakelola manajemen, administrasi dan pemasaran. Penjelasan Bambang juga di amini oleh Murniati, S.Sos.,M.Si yang juga salah satu tim pelaksana program

UMK Universitas Muhammadiyah Kendari
Membentuk Insan Bertakwa dan Berakhlaqul Karimah
Jl.KH. Ahmad Dahlan No.10 Kendari
© 2019 Universitas Muhammadiyah Kendari Design By Tasbih, S.Pd. Follow Universitas Muhammadiyah Kendari : Facebook Twitter Linked Youtube